Senin, 11 November 2013

Cerpen Tentang "KISAH NYATAKU"

Cerpen : KISAH NYATAKU
Setiap kali aku melintas di setiap jalan raya, terlebih saat lampu merah menyala, selalu kuamati. Adakah sosok ibuku di sana, di antara semua orang yang sedang berjalan itu? Kupandangi wajah-wajah wanita yang tampak seperti sosok seorang ibu itu. Sungguh berharap sosok seorang ibu di antaranya. Tak malu aku mengakui jika beliau memang ada diantara mereka beliau, membawa beliau pergi untuk pulang bersama ku jika beliau ada di depan mataku sekarang. Takkan ragu aku memeluknya, menciumnya meski keadaannya kotor dan berdebu. Sungguh aku mau ibuku, aku ingin berbagi kebahagiaan bersamanya namun semua itu hanya angan-angan ku saja.

Penantianku sudah pada puncaknya. Tujuh belas tahun bukanlah tahun, bukanlah waktu yang singkat. Terus menerus berharap, setiap hari berharap bisa bertemu dengan ibu. Dari saat aku masih di SD, saat aku berjalan lalu melihat ke jalan, mengamati jalanan untuk menemukan sosok ibu, hingga saat ini di mana aku sudah mengendarai motor sendiri. Setiap malam selalu berdoa, ingin dipertemukan dengan ibu, terkadang sampai menitikkan air mata, menahan kerinduan untuk bertemu beliau. Dam terkadang lebih sedih lagi ketika ku melihat ada keluarga yang terdiri dari ayah,anak,dan ibu aku iri karna sejak kulahir aku tidak pernah endapatkan iti semua. Hari inipun sama, aku tidak menemukan sosok ibuku. Ibu di manakah engkau? Tak rindukah engkau pada diriku? Begitu bencikah engkau pada anak mu ini? Ibu, aku ingin bertemu denganmu…

Mungkin kalian merasa heran, membaca ini tapi ini adalah kisah nyata dari ku yang menulis cerpen ini, dan mngkin kalian heran mengapa masih tetap mencarinya walau 17 tahun sudah berlalu. Saat ini ceritakan peristiwa 17 tahun yang lalu…
pada tahun 1993

Ketika ibu menikah dengan ayah mereka hidup dikota samarinda….mereka selalu bergantian untuk menjaga ku, hingga pada suatu hari ayah berkata,
“Bu,bagai mana kalau anak kita ini kita antar ke berau saja dan kita titipkan pada neneknya di sana?”Pada saat itu ibu langsung menjawab,”tidak aku tidak setuju untuk apa kita titipkan kalau kita masih bisa merawatnya, akhirnya terjadilah pertengkaran diantara mereka,”alasan ayah menitipkannya adalah agara kita bisa lebih konsen unutuk menjalani kuliah kita,bu!”Ibu tetap tidak setuju dengan keputusan seperti itu.

Setelah perselisihan itu ternyata ayah tetap nekat untuk mengirimku ke berau dan menititipkan ku pada nenek ku diberau.akibat dari semua itu terjadilah konflik antra ibu dan ayah mereka selalu berkelahi dan merusak semua yang ada dirumah,”kenapa ayah tetap mengirimya ibu kan sudah bilang ibu tidak setuju! Ayah menjawab dengan seuara keras,”ini demi kita juga dan ayah yikin ini adalah jalan terbaik untuknya” namun semua yang dilakukan ayah justru bertolak belakang dengan keadaan sekarang, sehingga ibu memutuskan untuk bercerai dengan ayah”ya, sudalah ayah itu egois ibu benci ayah dan sebaiknya kita cerai saja ibu tidak tahan dengan semua ini.

Mereka pun bercerai dan di situlah penderitaan ku mulai terlihat setelah aku kelas empat SD entah apa salah ku ibu begitu benci ketiaka melihat ku awalanya aku tak tahu kalau beliau adalah ibu ku,karna setiap lebaran beliau selalu berkunjung ke berau dan pada saat itu aku melihat ibu sudajg memiliki suami baru dan begitu juga dengan ayah semenjak ia cerai ia pun memiliki istri baru karna stiap minggu ayah selalu berkunjung untuk menemui ku namun aku tidak begitu akrab dengan beliau karna semnjak kecil aku di besarkan oleh nenek ku,kenapa hidupku harus seperti ini tarkang ku melan\mun memikirkan ini semua dan hingga pada suatu hari nenek pun menceritakan ini semua kepadaku”kamu yang sabar nenek juga tidak tahu kenapa ibu mu tidak mau menganggap mu sebagai anak? Aku mengis mendengar semua itu, hingga aku pun berkata” tapi salah ku apa nek hingga mereka tenga membiarkanku seperti ini aku sangat merindukan mereka terutama ibu kanapa tidak pernah melihatnya lagi semenjak kelas empat SD itu ?Nenek menjawab” dia tidak mau bertemu dengan karana dia benci pada mu padahal kamu adalah anaknya ? Tapi salah ku apa nek? Sambil ku menangis dan nenek memelukku “aku rindu ibu nek walau pun dia benci pada ku akau tetap anaknya dan belau adalah ibu ku nek? Ibu dimanaka engkau sekarang berada? Sekarang aku sudah besar dan berumur 17 tahun aku merindukan mu

Sedih ketika pada malam tanggal 16 agustus pada saat itu aku di kukuhkan sebagai paskibraka di kabupaten berau pada saat sebelum itu aku menangis di hotel di tempat aku dikarantina karna aku pegen ibu yang menghadiri acara pengukuhan tersebut namu semua itu hanya mimpi ku saja karana itu tidak akan terjadi dan yang datang pun hanya ayah saja aku mengis dan iri sekali ketika melihat teman – teman yang lain bisa bertemu dengan ibunya masing-masing pada saat itu aku menagis setelah ayah pulang tak bisa ku bendung air mata  ini hingga teman-tema berkumpul dikamarku pada saat di hotel mereka bertanya sambil memelukku”ada apa dengan mu temanku ? Dengan air mata yang menetes aku hanya terdiam dan tak bisa menjawab. Walapun ku bahagia bisa memiliki mereka semua.
Pengibaran kami di kabupaten berau sukses besar namun hati ku tetap saja sedih karna aku ingin memperlahitkan hasil kerja kerasku ini kepada ibu yang melahirkan ku.
“ibu,dimanakah engkau berada munculkan sosok mu ku ingin memeluk mu, ku merindukan mu, apakhsalah ku hingga kau tidak mau mengakuiku
Ibu hidupku akan terasa hampa bila aku tidak dapat menemukan ibu. Cintanya begitu besar bagiku dan sudah saatnya aku membahagiakannya pula. Aku akan terus mencari engkau ibu, dua puluh tahun, dua puluh luma tahun, tiga puluh tahun bahkan sepanjang sisa hidupku akan tetap aku cari.
Aku merindukanmu… ibu memunculkan sosokmu…
Sampai ku mati ku tetap mencintai mu dan mendoakan mu semoga kau dalam keadaan sehat disana.
Aku sayang ibu.

Aku cinta ibu selamanya.

0 komentar:

Posting Komentar